indonesian interpreter · interpreter · jasa penerjemah · juru bahasa · penerjemah indonesia · penerjemah online · terjemahan · translator

Seminar: Butuh Satu atau Dua Interpreter?

 

13512056_10154015774944843_4905749377145003678_n
Penulis dalam sebuah acara yang membutuhkan 2 juru bahasa

Apakah Anda sedang merencanakan rapat, pelatihan, atau seminar singkat yang membutuhkan jasa penerjemah lisan (interpreting)? Jika demikian, Anda mungkin perlu mengajukan beberapa pertanyaan umum: Apakah saya perlu satu penerjemah atau dua penerjemah? Jika Anda membaca kesan yang saya selipkan di atas, Anda akan mendapatkan satu jawaban singkat. Akan tetapi, ada beberapa kesempatan dimana memakai jasa satu orang penerjemah lisan atau juru bahasa sudah mencukupi.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan hal-hal spesifik dari sebuah acara interpreting. Tanyakan mengapa penerjemah lisan atau interpreter diperlukan, siapa yang membutuhkan terjemahan dan dalam situasi seperti apa. Memiliki pemahaman mengenai detail dari acara yang dilakukan akan membantu Anda memutuskan jumlah penerjemah yang dibutuhkan.

Berikut beberapa pertanyaan yang dapat Anda pertimbangkan :

Apa Tujuan dari Acara yang Membutuhkan Jasa Penerjemah Lisan?

Jenis acara yang akan diselenggarakan akan menentukan jumlah penerjemah lisan atau juru bahasa yang diperlukan. Apakah acara itu sebuah konferensi? Kunjungan ke situs klien? Negosiasi? Rapat? Besarnya sebuah acara bisa membantu menentukan jumlah juru bahasa yang akan Anda butuhkan. Misalnya, jika ada lima orang yang melakukan rapat informal di ruang rapat kecil maka, dua orang juru bahasa mungkin terlalu banyak. Jika ini yang terjadi, satu juru bahasa adalah jumlah yang tepat, terutama jika rapat tidak melakukan presentasi. Pertemuan yang lebih kecil dan informal mungkin hanya perlu satu juru bahasa saja, sementara presentasi yang lebih besar dan pelatihan lebih cocok memakai beberapa interpreter.

Jenis Komunikasi Apa yang Diterjemahkan?

Jenis komunikasi yang terjadi di acara Anda juga akan membantu Anda menentukan jumlah interpreter yang akan Anda butuhkan. Apakah di acara Anda itu akan ada presentasi dari pukul 08.00 sampai pukul 10.00, lalu sesi kelompok kecil dari pukul 10.00 sampai pukul 12.00, lalu ada makan siang, setelah itu 2 sesi di sore hari, dan lalu sesi kelompok kecil lagi? Atau akankah presentasi maraton dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 seperti konferensi? Apakah acaranya seperti tur keliling kantor dari pukul 09.00 sampai 11.00, lalu makan siang, seelah itu dilanjutkan dengan negosiasi dari pukul 13.00-15.00? Apakah nanti penjurubahasannya dua arah, dimana orang dengan pasangan bahasa berbeda bercakap-cakap, atau hanya satu orang yang memberikan semua informasi sementara yang lainnya sebagai pendengar? Jika acaranya merupakan campuran dari kesemua itu, berapa persentase dari waktu yang akan dihabiskan? Sesi dengan peserta kelompok lebih kecil mungkin hanya membutuhkan satu juru bahasa dan konferensi yang lebih besar membutuhkan beberapa juru bahasa. Selain itu, melakukan penerjemahan lisan lebih mudah jika beberapa individu yang berbicara daripada satu orang yang memberikan pidato. Percakapan dua arah mungkin cocok jika memakai satu orang penerjemah konsekutif, sementara pidato lebih baik dengan beberapa penerjemah yang melakuka penurubahasaan simultan.

Berapa Lama Waktu Istirahat Bagi Interpreter Seharusnya Diberikan?

Dalam penjurubahasaan simultan maupun konsekutif, juru bahasa akan membutuhkan waktu istirahat setengah dari waktu mereka hadir. Ini artinya bahwa satu kali istirahat selama 5 atau 10 menit per jam tidaklah cukup. Dengan kata lain, istirahat yang diperoleh peserta rapat per jam tidaklah cukup untuk interpreter. Untuk mengambil keputusan tentang apakah satu atau dua juru bahasa dibutuhkan, pikirkanlah rasio kasar antara 20 menit bekerja, 20 menit istirahat. Waktu ini BANYAK sekali memiliki istirahatnya dan jika perencana rapat memiliki banyak informasi yang harus dicakup, maka rapat itu lebih baik akan dilayani oleh dua interpreter\.

Penjurubahasaan sangat menuntut secara fisik dan mental. Studi menunjukkan bahwa setelah 20 menit melakukan interpreting, sepintar apa pun interpreternya mereka akan mulai membuat kesalahan dan kehilangan informasi. Waktu istirahat perlu dimasuikkan ke dalam jadwal. Jika waktu istirahat tidak bisa dimasukkan ke dalam jadwal, maka DUA interpreter-lah yang perlu digunakan.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan hanya satu interpreter dalam hal ini, Anda perlu memperjelas ekspektasi Anda sejak awal. Anda mungkin harus menjelaskan seperti berikut ini:

Interpreter akan menyediakan penjurubahasaan konsekutif kira-kira selama 4 jam rapat, tur, dll. serta makan malam, jika perlu. Karena hanya satu juru bahasa yang diperlukan, sementara interpreter konsekutif pada umumnya bekerja berpasangan, istirahat yang cukup harus diberikan agar interpreter dapat memberikan penjurubahasaan yang akurat dan memenuhi standari profesi penjurubahasaan.

Dengan menetapkan ekspektasi yang jelas yang menguraikan keinginan juru bahasa dan perencana pertemuan akan memberikan keberhasilan pertemuan. Hal tersebut juga memberi antisipasi kepada interpreter akan waktu kerja yang harus dilakukan dan memiliki waktu istirahat yang telah dijadwalkan, meniadakan kebingungan dan kesalahpahaman sejak awal.

Jika Anda membutuhkan jasa penerjemah lisan atau interpreter/juru bahasa. Silakan hubungi penulis di penerjemah@penerjemah-id.com atau hubungi di 0811-174-361 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.