Jenis-jenis terjemahan yang paling umum dikenal ada lima, yaitu transcreation (transkreasi), terjemahan profesional oleh manusia, mesin terjemahan (machine translation/MT), mesin terjemahan dengan pengeditan (post-editing), dan mesin terjemahan adaptif berbasis AI. Masing-masing memiliki tingkat akurasi, kecepatan, dan biaya yang berbeda, sehingga pemilihannya bergantung pada tujuan, jenis dokumen, dan seberapa penting konten yang akan diterjemahkan.
Memahami perbedaan setiap jenis terjemahan membantu Anda memilih pendekatan yang tepat—apakah untuk kampanye pemasaran, dokumen bisnis, atau berkas legal yang membutuhkan jasa penerjemah tersumpah resmi. Berikut penjelasan lengkap yang telah kami perbarui sesuai perkembangan teknologi terkini.
1. Transcreation (Transkreasi)
Transcreation atau transkreasi adalah perpaduan antara penerjemahan tradisional dan penulisan naskah kreatif (copywriting). Penerjemah memindahkan pesan dari satu bahasa ke bahasa lain, tetapi memiliki kebebasan mengubah detail agar hasilnya lebih relevan secara budaya. Hasil transkreasi umumnya terlihat lebih mirip penafsiran kreatif daripada salinan langsung dari materi sumber.
Transkreasi sangat cocok untuk kebutuhan bisnis karena menghasilkan komunikasi yang otentik, berbeda, dan sensitif secara budaya. Karena membutuhkan kreativitas tinggi, biayanya biasanya dihitung per jam, bukan per kata, dan sering lebih mahal daripada terjemahan standar. Bahkan tagline yang hanya terdiri dari tiga kata bisa memakan biaya besar karena keberhasilannya bergantung pada kekuatan kreativitas. Contoh pentingnya konteks budaya dalam transkreasi bisa dilihat pada bagaimana ungkapan lokal seperti cageur bageur dalam budaya Sunda atau sapaan kumaha damang tidak bisa diterjemahkan secara harfiah.
2. Terjemahan Profesional oleh Manusia
Terjemahan profesional paling sering dipilih ketika seseorang ingin menerjemahkan situs web bisnis, materi pemasaran, atau dokumen penting. Pelanggan mengirimkan materi ke perusahaan penerjemahan atau penerjemah lepas, dan ahli bahasa menghasilkan terjemahan yang paling akurat.
Untuk kualitas terbaik, pelanggan sering menambahkan tahap editor dan proofreader yang memeriksa hasil kerja penerjemah. Alur kerja ini dikenal sebagai TEP (Translate–Edit–Proofread) dan sudah menjadi standar industri. Bila prioritasnya kecepatan atau keterjangkauan, pelanggan dapat memilih pendekatan “sekali kerja” tanpa peninjauan tambahan—cocok untuk materi sederhana dengan risiko kesalahan rendah.
Dengan atau tanpa langkah peninjauan tambahan, terjemahan profesional adalah pilihan terbaik untuk konten yang bernilai tinggi dan memerlukan sentuhan ahli. Untuk dokumen resmi seperti NPWP, KTP, paspor, atau Surat Keterangan Belum Menikah (SKBM), terjemahan harus dilakukan oleh penerjemah tersumpah agar diakui secara hukum. Sebelum memilih penyedia jasa, pastikan Anda membaca 7 hal wajib yang harus dicek dan pentingnya non-agent safety untuk melindungi dokumen rahasia Anda.
3. Mesin Terjemahan (Machine Translation)
Komputer belum sepenuhnya mampu meniru komunikasi manusia, tetapi kemajuannya sangat pesat. Sejak sekitar 2016–2017, sebagian besar layanan seperti Google Translate telah beralih dari model statistik ke Neural Machine Translation (NMT) berbasis jaringan saraf tiruan, yang menghasilkan terjemahan jauh lebih alami. Kini bahkan model bahasa besar (Large Language Model/LLM) seperti ChatGPT, Gemini, dan DeepL turut memperkuat kemampuan terjemahan otomatis dengan pemahaman konteks yang lebih baik.
Tidak ada jenis terjemahan lain yang bisa menandingi kecepatan pendekatan otomatis ini, dan penghematan biayanya sangat besar dibanding tenaga manusia. Namun, mesin masih terbatas dalam menangkap nuansa, kreativitas, humor, dan konteks budaya. Hasilnya juga belum konsisten untuk semua pasangan bahasa. Karena itu, mesin terjemahan paling cocok untuk memproses materi dalam jumlah besar atau konten yang paling tidak penting. Menariknya, teknologi ini masih kesulitan pada bahasa daerah—coba saja lihat tantangan pada terjemahan bahasa Manado dan bahasa Palembang yang kaya kosakata lokal, atau slang seperti “ga expect” dan istilah teknis seperti Spectre yang sering salah tafsir.
4. Mesin Terjemahan dengan Pengeditan (Post-Editing)
Mesin terjemahan dengan pengeditan (Machine Translation Post-Editing/MTPE) mirip dengan alur TEP profesional, tetapi dibantu komputer. Mesin MT menggantikan peran penerjemah awal, lalu manusia melakukan pemeriksaan dan perbaikan sehingga hasilnya mencapai standar mutu yang lebih dapat diterima.
Pendekatan ini sedikit lebih lambat daripada MT murni, tetapi penghematan waktu dan biaya masih signifikan dibandingkan terjemahan manusia sepenuhnya. Setelah diedit, setidaknya kesalahan-kesalahan fatal dapat dihindari. MTPE paling cocok diterapkan pada materi berdampak rendah hingga menengah yang tetap Anda anggap layak diperiksa ulang oleh manusia.
5. Mesin Terjemahan Adaptif Berbasis AI
Bagaimana jika manusia dan mesin bukan saling menyaingi, melainkan menjadi mitra pelengkap? Mesin terjemahan adaptif (Adaptive MT) mewujudkan gagasan ini. Sistem ini mempelajari keputusan penerjemah dan editor manusia secara real-time, lalu terus memperbarui terminologi yang benar untuk digunakan pada terjemahan berikutnya.
Akibatnya, setiap permintaan terjemahan baru dikerjakan dengan standar kemahiran yang semakin tinggi. MT adaptif sedikit lebih mahal daripada MT tradisional, tetapi berpotensi menyamai atau melampaui kualitas MTPE tanpa intervensi manusia langsung. Teknologi ini kini semakin matang berkat integrasi dengan model AI generatif, dan menjadi pilihan efisien untuk memproses konten dalam volume besar.
Kapan Membutuhkan Penerjemah Tersumpah?
Untuk dokumen legal dan resmi—seperti akta, ijazah, kontrak, atau dokumen untuk visa—Anda tidak bisa mengandalkan mesin terjemahan. Dokumen tersebut memerlukan Penerjemah Tersumpah (Sworn Translator Indonesia) yang bersertifikat resmi. Sebagai contoh, pengurusan WHV Australia membutuhkan terjemahan resmi yang diakui. Aturan terbaru mengenai siapa yang berhak menerjemahkan di ranah hukum juga diatur dalam Permenkum No. 4 Tahun 2025.
Untuk kebutuhan penerjemahan lisan di ruang sidang atau pemeriksaan, tersedia jasa juru bahasa (interpreter) tersumpah serta penerjemah pengadilan yang berpengalaman. Kami juga melayani berbagai kota, di antaranya Jakarta Selatan, Bali, dan Yogyakarta.
Perlu Jasa Penerjemah Tersumpah Profesional?
Jika Anda membutuhkan terjemahan dokumen resmi yang akurat dan diakui secara hukum, hubungi tim penerjemah tersumpah kami. Kami siap membantu berbagai kebutuhan terjemahan, mulai dari dokumen pribadi hingga dokumen bisnis dan legal.
FAQ
Apa saja jenis-jenis terjemahan yang utama?
Lima jenis utama adalah transcreation (transkreasi), terjemahan profesional oleh manusia, mesin terjemahan (MT), mesin terjemahan dengan pengeditan (post-editing), dan mesin terjemahan adaptif berbasis AI.
Apa perbedaan transcreation dan terjemahan biasa?
Terjemahan biasa memindahkan pesan seakurat mungkin, sedangkan transcreation memberi kebebasan kreatif agar pesan lebih relevan secara budaya, sehingga hasilnya lebih mirip penafsiran kreatif. Biayanya pun umumnya dihitung per jam.
Apakah mesin terjemahan seperti Google Translate sudah akurat?
Sejak beralih ke Neural Machine Translation dan kini didukung model AI seperti ChatGPT dan DeepL, hasilnya jauh lebih alami. Namun mesin masih terbatas menangkap nuansa, budaya, dan kreativitas, serta belum konsisten untuk semua bahasa.
Kapan saya harus memakai penerjemah tersumpah?
Gunakan penerjemah tersumpah untuk dokumen resmi dan legal seperti akta, ijazah, KTP, paspor, kontrak, atau dokumen visa yang membutuhkan pengakuan hukum, karena mesin terjemahan tidak diterima secara resmi.
Apa itu mesin terjemahan adaptif?
Mesin terjemahan adaptif adalah sistem AI yang belajar dari koreksi penerjemah dan editor manusia secara real-time, sehingga kualitas terjemahan berikutnya terus meningkat mendekati atau menyamai hasil post-editing.