Apa saja yang biasanya diterjemahkan?
Terjemahan KTP umumnya memuat nama, NIK, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, agama, status perkawinan, pekerjaan, kewarganegaraan, serta masa berlaku. Semua angka, tanggal, dan ejaan harus dicocokkan kembali dengan sumber.
NIK dapat dijelaskan sebagai Single Identity Number. Kode atau singkatan resmi tetap dipertahankan bila penerima membutuhkannya.
- NIK = Single Identity Number
- Kewarganegaraan = Nationality
- Status perkawinan = Marital status
- Berlaku hingga = Valid until
- Kartu Tanda Penduduk = Identity Card
Nama dan data tidak boleh disesuaikan sembarangan
Nama pada terjemahan mengikuti dokumen yang diterjemahkan. Jika paspor, KTP, akta, atau ijazah berbeda, jangan mengubah nama agar terlihat sama. Minta arahan tertulis dari penerima dan siapkan dokumen beda nama bila diperlukan.
Terjemahan bukan tempat untuk memperbaiki data administrasi. Perubahan data harus dilakukan oleh instansi penerbit.
Kapan membutuhkan terjemahan tersumpah?
Kebutuhan bergantung pada negara dan instansi tujuan. Visa, studi, imigrasi, pembukaan rekening, dan proses hukum sering meminta terjemahan yang dapat diverifikasi, tetapi tidak semua penerima menggunakan format yang sama.
Sertakan tujuan, negara, dan checklist penerima agar certification statement, tanda tangan, legalisasi, atau apostille dapat dipertimbangkan sejak awal.
Cara memeriksa contoh
Bandingkan baris demi baris: nama, NIK, tanggal lahir, alamat, nomor RT/RW, serta catatan pada sisi belakang. Jangan mengunggah contoh publik yang masih memuat data pribadi.
Identitas dan nomor penting harus dipertahankan
Nama lengkap, nomor identitas, tanggal, dan alamat adalah data inti yang tidak boleh berubah.
Kalau ingin transliterasi, tetap tampilkan bentuk asli agar pembanding dokumen dapat dilakukan.
- Jangan edit ejaan penting tanpa dasar dokumen resmi.
- Pastikan nomor dan tanggal konsisten pada seluruh halaman.
- Konfirmasi format final sesuai kebutuhan instansi.
Contoh KTP adalah peta bidang, bukan data siap pakai
Contoh terjemahan KTP sebaiknya memperlihatkan cara memetakan NIK, nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, status perkawinan, pekerjaan, kewarganegaraan, serta masa berlaku. Data contoh harus dianonimkan; pembaca tidak perlu melihat identitas orang sebenarnya.
Untuk pemakaian resmi, pertahankan nomor dan ejaan sesuai KTP. Bentuk Single Identity Number atau padanan lain perlu mengikuti instruksi penerima, bukan diganti secara bebas.
- Gunakan contoh dengan data fiktif.
- Pertahankan susunan field penting.
- Jelaskan istilah yang berpotensi ambigu.
- Sertakan catatan jika diperlukan terjemahan tersumpah.
Contoh KTP harus menunjukkan struktur data yang lengkap
KTP memuat nama, NIK, alamat, dan detail identitas lain yang perlu dibaca dengan cermat. Contoh terjemahan harus memperlihatkan bagaimana data itu dipindahkan tanpa mengubah identitas sumber.
Halaman ini sebaiknya menjelaskan unsur mana yang sering dipertanyakan pembaca, seperti singkatan alamat, tanggal lahir, atau status sipil.
- Pertahankan NIK dan nama.
- Jangan ubah alamat secara sembarangan.
- Gunakan contoh untuk membaca format.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah NIK diterjemahkan?
NIK dapat dijelaskan sebagai Single Identity Number, sementara nomor NIK tetap sama. Ikuti istilah yang diminta penerima.
Apakah nama pada KTP boleh disamakan dengan paspor?
Tidak tanpa arahan tertulis. Terjemahan harus merefleksikan sumber dan perbedaan nama dijelaskan melalui dokumen pendukung.
Apa yang paling penting dari contoh terjemahan KTP?
Konsistensi nama, nomor identitas, dan cara menulis data alamat serta tanggal agar tetap mudah diverifikasi.


