terjemahan

Mengapa Juru Bahasa Dibutuhkan dalam Sidang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

No alternative text description for this image

Pentingnya Juru Bahasa dalam Sidang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

Mengapa Juru Bahasa Sangat Dibutuhkan?

KPPU atau Komisi Pengawas Persaingan Usaha adalah lembaga yang berfungsi mengawasi dan memastikan terciptanya persaingan usaha yang sehat dan adil di Indonesia. Dalam menjalankan tugasnya, KPPU kerap mengadakan sidang yang melibatkan berbagai pihak dari berbagai latar belakang, termasuk dari luar negeri. Dalam konteks ini, peran juru bahasa menjadi sangat penting.

Pertama, juru bahasa berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara KPPU dan pihak-pihak yang terlibat dalam sidang. Ini terutama jika ada pihak-pihak yang terlibat adalah melibatkan orang asing atau mereka yang bukan berkewarganegaraan Indonesia. Selain itu, Bahasa Indonesia sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan (UU No. 24/2009), meski tak secara spesifik menetapkan pemakaian bahasa tertentu di persidangan, undang-undang ini menegaskan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara serta mewajibkan penggunaannya dalam berbagai forum resmi. Pasal 31 ayat (1) dari Undang-Undang ini menyatakan bahwa “Bahasa Indonesia wajib dipakai dalam nota kesepahaman atau perjanjian yang melibatkan Lembaga Negara, Instansi Pemerintahan RI, Lembaga Swasta Indonesia atau Perorangan Warga Negara Indonesia”. Meskipun fokusnya pada perjanjian, semangat undang-undang ini menguatkan kewajiban penggunaan Bahasa Indonesia dalam ranah resmi, termasuk peradilan.

Dengan adanya juru bahasa, proses sidang bisa berjalan lancar tanpa hambatan bahasa. Selain itu, juru bahasa juga memastikan bahwa semua pihak memahami isi sidang dengan baik dan benar, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa berakibat fatal.

Keuntungan Lain Menggunakan Juru Bahasa dalam Sidang KPPU

Selain memfasilitasi komunikasi, ada beberapa keuntungan lain yang bisa didapat dengan menggunakan juru bahasa dalam sidang KPPU. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Meningkatkan Kredibilitas: Dengan adanya juru bahasa, KPPU menunjukkan komitmennya untuk menjalankan proses sidang dengan sebaik-baiknya. Hal ini tentu saja akan meningkatkan kredibilitas KPPU di mata pihak-pihak yang terlibat dalam sidang.

2. Membantu Pemahaman: Juru bahasa tidak hanya menerjemahkan kata per kata, tetapi juga konteks dan nuansa dari pembicaraan. Dengan demikian, juru bahasa membantu semua pihak memahami materi sidang dengan lebih baik.

3. Mencegah Kesalahpahaman: Dengan adanya juru bahasa, risiko terjadinya kesalahpahaman karena perbedaan bahasa bisa diminimalisir. Kesalahpahaman bisa berakibat fatal, terutama dalam konteks sidang yang serius seperti di KPPU.

4. Meningkatkan Efisiensi: Dengan bantuan juru bahasa, proses sidang bisa berjalan lebih efisien. Juru bahasa memastikan bahwa semua pihak dapat mengikuti alur sidang dan memahami apa yang sedang dibahas.

Menutup Kesenjangan Bahasa

Dalam sidang KPPU yang melibatkan berbagai pihak dari berbagai latar belakang, juru bahasa memegang peran penting dalam menutup kesenjangan bahasa. Tanpa adanya juru bahasa, proses sidang mungkin akan berjalan lambat dan tidak efisien. Selain itu, bisa terjadi kesalahpahaman yang berpotensi menggagalkan tujuan dari sidang itu sendiri.

Jadi, sudah jelas bukan, mengapa KPPU membutuhkan juru bahasa dalam sidangnya? Juru bahasa bukan hanya menerjemahkan bahasa, tetapi juga memastikan bahwa proses sidang berjalan lancar dan efisien. Jika Anda adalah seorang juru bahasa yang berpengalaman, pertimbangkan untuk berkontribusi dalam sidang KPPU. Anda tidak hanya akan membantu proses sidang, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan persaingan usaha yang sehat dan adil di Indonesia.

Jika Anda membutuhkan penerjemah tersumpah untuk Keperluan sidang Anda di KPPU, silakan hubungi Penerjemah Tersumpah KPPU Moch Hikmat Gumilar di WhatsApp 0811-174-361

Tinggalkan Balasan